Gus Baha: Kesalehan Harus Menjadi Sistem Ekonomi
Dalam kehidupan modern, ekonomi hampir selalu menjadi ukuran kekuatan seseorang maupun sebuah negara. Ketika ekonomi seseorang stabil, kehidupannya cenderung lebih tenang. Sebaliknya, ketika ekonomi mengalami masalah, banyak aspek kehidupan ikut terdampak, mulai dari hubungan sosial, kesehatan mental, hingga kualitas hidup secara keseluruhan.
Karena itu tidak mengherankan jika banyak orang berusaha keras memperbaiki kondisi ekonominya. Berbagai strategi dilakukan, berbagai usaha dibangun, dan berbagai sistem diciptakan untuk meningkatkan kesejahteraan. Namun sering kali pembahasan ekonomi hanya berhenti pada satu pertanyaan: bagaimana menghasilkan keuntungan yang besar?
Padahal menurut penjelasan Gus Baha, ada pertanyaan yang jauh lebih penting untuk dipikirkan. Bukan hanya seberapa besar keuntungan yang dihasilkan, tetapi sistem apa yang menjadi fondasi dari keuntungan tersebut. Karena ketika sesuatu telah berubah menjadi sistem ekonomi, maka sesuatu itu akan berkembang secara otomatis dan perlahan memengaruhi kehidupan banyak orang.
Dalam salah satu kajiannya, Gus Baha menyampaikan pesan yang sangat menarik:
“Saya mohon, Anda dalam kesalehan kalau bisa menjadikannya sistem ekonomi, supaya lebih kuat.”
Kalimat ini tampak sederhana, tetapi sebenarnya memiliki makna yang sangat luas. Karena Gus Baha tidak hanya berbicara tentang perilaku individu, melainkan tentang bagaimana kebaikan dapat berkembang menjadi sesuatu yang menghidupi banyak orang.
Ekonomi Tidak Hanya Berbicara Tentang Uang
Banyak orang menganggap ekonomi hanya berkaitan dengan pemasukan, pengeluaran, keuntungan, dan transaksi. Padahal dalam praktiknya, ekonomi sebenarnya adalah jaringan kehidupan yang jauh lebih besar. Ketika satu usaha berkembang, ada banyak pihak yang ikut bergerak bersamanya.
Di dalam sebuah usaha misalnya, ada pekerja yang memperoleh penghasilan, ada pemasok yang mendapatkan pelanggan, ada jasa transportasi yang berjalan, ada pedagang yang ikut mendapatkan manfaat, dan ada masyarakat sekitar yang menerima dampaknya. Artinya ekonomi tidak pernah berdiri sendiri.
Karena itu sistem ekonomi memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perilaku masyarakat. Sesuatu yang menjadi pusat ekonomi perlahan akan tumbuh menjadi sesuatu yang kuat, karena banyak orang mulai menggantungkan hidupnya di sana.
Pembahasan yang lebih rinci mengenai hal ini juga dapat dibaca pada artikel “Apa Maksud Kesalehan Menjadi Sistem Ekonomi?”
Ka’bah Sebagai Contoh Sistem yang Diberkahi
Dalam kajiannya, Gus Baha mengutip firman Allah:
“Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat bagi manusia.” (QS. Al-Maidah: 97)
Biasanya ayat ini dipahami hanya dalam konteks ibadah. Ka’bah dipandang sebagai pusat spiritual umat Islam di seluruh dunia. Namun Gus Baha mengajak melihat ayat ini dari sudut pandang yang lebih luas.
Ka’bah ternyata tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga melahirkan sistem kehidupan yang besar. Ketika musim haji tiba, berbagai sektor bergerak bersamaan. Maskapai penerbangan bekerja, hotel dipenuhi jamaah, jasa transportasi berjalan, perdagangan meningkat, dan banyak lapangan pekerjaan ikut tumbuh.
Artinya kesalehan ternyata tidak berhenti pada nilai ibadah semata. Kesalehan juga dapat melahirkan sistem ekonomi yang memberi manfaat kepada banyak orang. Semakin banyak orang terhubung dengan sistem tersebut, semakin besar pula dampaknya.
Pembahasan lebih khusus mengenai hal ini dapat dibaca pada artikel “Mengapa Ka’bah Menjadi Contoh Sistem Ekonomi yang Diberkahi?”
Ketika Keburukan Berubah Menjadi Sistem
Gus Baha kemudian memberikan contoh yang sangat menarik sekaligus dekat dengan realitas sosial. Beliau menyinggung tempat-tempat maksiat yang dahulu pernah berkembang besar, seperti Dolly dan Keramat Tunggak.
Ketika tempat-tempat tersebut ditutup, ternyata yang merasa kehilangan bukan hanya pelaku utamanya. Ada pedagang makanan yang ikut kehilangan penghasilan, ada supir yang kehilangan pelanggan, ada tukang ojek yang kehilangan sumber nafkah, bahkan banyak orang lain yang secara langsung tidak melakukan kemaksiatan juga terkena dampaknya.
Hal ini menunjukkan bahwa sesuatu yang telah menjadi sistem ekonomi akan memengaruhi banyak lapisan masyarakat. Ketika keburukan sudah menjadi sumber penghidupan yang besar, menghentikannya menjadi jauh lebih sulit.
Bukan karena semua orang mendukung keburukan itu, tetapi karena banyak orang sudah bergantung secara ekonomi kepadanya. Di sinilah Gus Baha mengingatkan pentingnya membangun sistem ekonomi yang berasal dari sesuatu yang baik.
Pembahasan ini juga berkaitan dengan artikel “Kenapa Kemaksiatan Sulit Dihentikan Jika Sudah Menjadi Mata Pencaharian?”
Mengapa Kebaikan Perlu Menjadi Sistem
Sering kali orang baik berharap perubahan terjadi hanya melalui nasihat. Kita menganggap bahwa semakin banyak ceramah, semakin banyak orang akan berubah. Padahal realitas kehidupan tidak selalu berjalan seperti itu.
Kebaikan yang hanya berhenti sebagai nasihat sering memiliki pengaruh yang terbatas. Ia bisa menyentuh hati seseorang, tetapi belum tentu mampu membentuk kehidupan masyarakat secara luas.
Karena itu menurut Gus Baha, kebaikan perlu dibangun menjadi sistem yang menghidupi banyak orang. Ketika orang mendapatkan manfaat ekonomi dari sesuatu yang baik, mereka akan ikut menjaga dan menguatkannya.
Di sinilah perbedaan antara perilaku individual dan sistem sosial. Perilaku individu bisa berubah sewaktu-waktu, tetapi sistem yang kuat dapat bertahan jauh lebih lama.
Kesalehan dan Kehidupan Modern
Di zaman sekarang, manusia hidup di tengah berbagai sistem yang memengaruhi cara berpikirnya. Media sosial membentuk kebiasaan, lingkungan kerja membentuk pola hidup, dan ekonomi membentuk keputusan sehari-hari.
Karena itu perubahan tidak cukup hanya dilakukan pada tingkat individu. Perubahan juga perlu dibangun pada tingkat yang lebih luas agar dampaknya lebih terasa.
Menurut Gus Baha, orang-orang saleh tidak cukup hanya menjadi baik secara pribadi. Mereka juga perlu hadir dalam ruang-ruang ekonomi, ruang kebijakan, dan berbagai sektor kehidupan yang memengaruhi masyarakat.
Tujuannya bukan sekadar memperoleh keuntungan atau kekuasaan. Tujuannya agar sistem yang terbentuk ikut bergerak menuju sesuatu yang lebih baik dan lebih membawa keberkahan.
Refleksi: Kebaikan Sudah Menjadi Apa?
Coba renungkan sejenak. Selama ini kebaikan yang kita lakukan sudah berkembang menjadi apa?
Apakah masih berhenti sebagai perilaku pribadi? Apakah hanya menjadi nasihat yang sesekali disampaikan? Ataukah sudah mulai berubah menjadi sesuatu yang memberi manfaat kepada lebih banyak orang?
Kadang masalah terbesar bukan kurangnya orang baik. Mungkin masalahnya adalah kebaikan belum tumbuh menjadi sistem yang kuat.
🌙 PENUTUP (HIKMAH)
Melalui penjelasan Gus Baha, kita belajar bahwa kesalehan tidak cukup hanya menjadi perilaku individual. Kebaikan perlu tumbuh menjadi sistem agar manfaatnya semakin luas dan semakin kuat.
Sesuatu yang telah menjadi sistem ekonomi akan berkembang dengan sendirinya. Jika yang berkembang adalah kebaikan, maka manfaatnya akan meluas kepada banyak orang. Sebaliknya, jika yang berkembang adalah keburukan, maka dampaknya juga akan ikut membesar.
Semoga kita tidak hanya menjadi pribadi yang berusaha saleh untuk diri sendiri, tetapi juga menjadi bagian dari lahirnya sistem-sistem yang membawa keberkahan bagi kehidupan banyak orang.
📌 Catatan
Artikel ini merupakan pengembangan pembelajaran berdasarkan penjelasan KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) mengenai hubungan antara kesalehan, sistem ekonomi, dan dampaknya dalam kehidupan masyarakat. Artikel disusun dengan bahasa yang lebih mudah dipahami tanpa dimaksudkan sebagai transkrip kata demi kata. Untuk memperoleh pemahaman yang lebih utuh, pembaca tetap dianjurkan mengikuti pengajian Gus Baha secara langsung maupun mendengarkan kajian lengkapnya.
🔥
Tidak semua kebaikan menjadi kuat karena jumlah orang baik bertambah,
kadang kebaikan menjadi kuat ketika ia berhasil tumbuh menjadi sistem yang menghidupi banyak orang.
📖 Lanjutkan membaca:
Kenapa Kebaikan Perlu Didukung Sistem yang Kuat?
•••••••••
💬 Menurutmu, apakah masalah terbesar hari ini kurangnya orang baik atau kurangnya sistem yang mendukung kebaikan? Silakan tuliskan pendapatmu di kolom komentar dengan tetap menjaga adab dan saling menghormati.
📤 Jika artikel ini bermanfaat, silakan bagikan kepada keluarga, sahabat, atau teman agar semakin banyak yang memahami bahwa keberkahan juga perlu dibangun melalui sistem yang baik.
🔗 Ikuti juga berbagai refleksi kehidupan, kajian Islam modern, dan hikmah Gus Baha lainnya hanya di Ngaji Virtual Gus Baha.
🏷️ Topik Terkait
Gabung dalam percakapan