Kenapa Gus Baha Lebih Memilih Qurban Kambing Sendiri?

Kenapa Gus Baha lebih memilih qurban kambing sendiri? Ternyata ada hikmah tentang keikhlasan dan keterlibatan hati dalam ibadah.


Ketika Idul Adha tiba, banyak orang memilih berqurban sapi secara patungan. Selain lebih ringan dari sisi biaya, cara ini juga sudah lama dipraktikkan di masyarakat dan sah menurut syariat.

Namun dalam salah satu pengajian yang diunggah kanal Santri Gayeng, Gus Baha justru menyampaikan sesuatu yang menarik.

Beliau mengatakan bahwa dirinya lebih senang berqurban kambing sendiri daripada patungan sapi bersama orang-orang yang tidak dikenal.

Pernyataan ini membuat sebagian orang bertanya:

  • Bukankah qurban sapi patungan juga sah?
  • Kalau begitu, mengapa Gus Baha lebih memilih kambing sendiri?

Ternyata jawabannya bukan karena masalah hukum,

" tetapi lebih kepada hikmah, makna kebersamaan, dan cara memandang ibadah qurban itu sendiri."


📝 Penjelasan Konsep

Dalam fiqih Islam, satu ekor sapi memang boleh digunakan untuk tujuh orang.

Artinya, qurban patungan sapi tetap sah meskipun pesertanya:

  • bukan satu keluarga
  • bukan mahram
  • atau bahkan tidak saling memiliki hubungan kerabat

Hal ini tidak menjadi persoalan dari sisi hukum ibadah. Namun Gus Baha kemudian mengajak jamaah melihat sisi yang lebih dalam. 

Beliau memberikan ilustrasi tentang seorang santri bernama Rukhin.

Misalnya, istri Rukhin ikut qurban patungan di tempat kerjanya bersama rekan-rekan guru. Sementara Rukhin sendiri ikut patungan sapi dengan teman-teman kantornya.

Secara hukum tentu sah.

Tetapi Gus Baha kemudian bercanda:

“Apa siap pasangannya dibawa sama orang?”

Ucapan ini disambut tawa para santri. Namun di balik candaan itu ada hikmah yang sedang dijelaskan.

Karena dalam tradisi keilmuan Islam, terdapat penjelasan bahwa hewan qurban kelak menjadi kendaraan bagi ahli qurban menuju surga.

👉 Pembahasan ini juga berkaitan dengan makna qurban yang sering kali lebih dalam daripada sekadar penyembelihan hewan.

___ 📌 👉 Baca juga: Apa Makna Qurban dalam Islam? Begini Cara Gus Baha Memahaminya


📝 Analisis (Lebih Dalam)

Jika dilihat lebih dalam, penjelasan Gus Baha sebenarnya menyentuh sisi psikologis manusia yang paling mendasar. Yaitu keinginan untuk selalu bersama orang-orang yang dicintai.

Ketika seseorang membayangkan kebahagiaan, biasanya yang muncul bukan hanya dirinya sendiri. Tetapi juga:

  •  pasangan hidupnya
  •  anak-anaknya
  •  orang tuanya
  •  dan keluarganya

Karena itu, sebagian ulama Malikiyah yang disebut dalam pembahasan kitab Mizanul Kubra menjelaskan bahwa qurban sapi yang melibatkan satu keluarga memiliki hikmah tersendiri.

Tujuannya bukan karena qurban dengan orang lain tidak sah. Tetapi karena ada simbol kebersamaan keluarga dalam ibadah tersebut.

Menurut Gus Baha, hikmah seperti inilah yang sering luput dari perhatian.

Banyak orang hanya bertanya:

“Boleh atau tidak?”

Padahal agama juga mengajarkan manusia untuk bertanya:

“Apa hikmah yang bisa saya ambil?”

Dan dari sudut pandang itu, qurban kambing sendiri atau qurban bersama keluarga terasa lebih dekat dengan nilai kebersamaan yang ingin dibangun.

👉 Pada titik ini, ibadah qurban juga berkaitan dengan pentingnya menghadirkan hati dalam setiap bentuk pengorbanan.

___ 📌👉 Baca juga: Kenapa Ikhlas Itu Berat Dilakukan? Begini Gus Baha Menjelaskan


📝 Contoh Kehidupan

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan dua cara pandang yang berbeda terhadap ibadah.

Ada orang yang selalu mencari batas minimum.

Misalnya:

    • yang penting sah
    • yang penting memenuhi syarat
    • yang penting kewajiban selesai

Tidak ada yang salah dengan itu.

Namun ada juga orang yang berusaha mencari makna yang lebih dalam dari sebuah ibadah.

Misalnya seseorang yang memilih qurban kambing sendiri karena ingin benar-benar merasakan pengorbanan pribadi.

Atau seseorang yang mengajak keluarganya ikut terlibat dalam qurban agar anak-anak belajar tentang berbagi dan kepedulian.

Di sinilah letak perbedaannya.

Qurban bukan hanya soal daging yang dibagikan.

👉 tetapi juga tentang nilai yang ditanamkan dalam hati.

Karena sering kali yang membentuk manusia bukan besarnya ibadah.

👉 melainkan seberapa dalam ia memahami makna ibadah tersebut.

Hal ini juga berkaitan dengan cara manusia memandang hubungan keluarga sebagai bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

___📌👉 Baca juga: Kenapa Gus Baha Menyarankan Qurban Patungan Satu Keluarga Saja? Ini Hikmahnya


📶 REFLEKSI

Coba renungkan beberapa hal berikut:

  • Apakah saya menjalankan ibadah hanya sebatas memenuhi kewajiban?
  • Apakah saya juga berusaha memahami hikmah di baliknya?
  • Apakah ibadah yang saya lakukan semakin mendekatkan keluarga kepada nilai-nilai kebaikan?

Kadang manusia terlalu fokus pada aspek hukum. Padahal para ulama juga mengajarkan pentingnya memahami tujuan dan hikmah.

Karena ketika hikmah itu dipahami, ibadah tidak lagi terasa sebagai rutinitas'

" tetapi menjadi sarana memperbaiki hati dan kehidupan."


PENUTUP (HIKMAH)

Gus Baha tidak pernah mengatakan bahwa qurban sapi patungan itu salah. Karena secara fiqih, qurban tersebut tetap sah.

Namun beliau mengajak umat Islam melihat sisi lain yang lebih dalam. Bahwa dalam ibadah, tidak semua hal diukur dari sah atau tidak sah.

Kadang ada hikmah, simbol, dan pelajaran yang membuat ibadah terasa lebih hidup.

Karena pada akhirnya:

" qurban bukan hanya tentang hewan yang disembelih, tetapi tentang hati yang belajar berkorban dan menjaga kebersamaan." []



🔥

Banyak orang bertanya apakah qurban sapi patungan dengan teman atau rekan kerja diperbolehkan,

" padahal di balik pertanyaan hukum tersebut, ada hikmah menarik yang pernah dijelaskan Gus Baha tentang keluarga dan kebersamaan dalam ibadah qurban."

📖 Lanjutkan membaca:

Bolehkah Qurban Patungan 7 Orang yang Bukan Mahram? Penjelasan Gus Baha


•••••••••

💬 Menurutmu, dalam beribadah apakah kita sering terlalu fokus pada hukum dan kurang memperhatikan hikmah di baliknya?

Silakan tuliskan pendapatmu di kolom komentar dengan tetap menjaga adab dan saling menghormati.

_________

📤 Jika artikel ini bermanfaat, silakan bagikan kepada keluarga, sahabat, atau orang terdekatmu.

Siapa tahu ada seseorang yang sedang mempersiapkan qurban dan membutuhkan sudut pandang yang lebih dalam tentang makna pengorbanan dan kebersamaan.

🔗 Ikuti juga berbagai refleksi kehidupan, kajian Islam, dan hikmah Gus Baha lainnya hanya di Ngaji Virtual Gus Baha.


🏷️ Topik Terkait

WhatsApp Channel